JAKARTA, UMBBIZHF NEWS – Pemilik Zara, Inditex, pengecer mode terbesar di dunia, melaporkan catatan laba tahunan untuk tahun ketiga berturut -turut pada hari Rabu (3/3/2025). Ini karena penjualan dinamis dan harga yang lebih tinggi.
Kelompok Spanyol, yang memiliki tujuh merek besar lainnya, termasuk Massimo Dutti, Pull & Bear dan Bershka, mencatat laba bersih 5,87 miliar euro (105 rp) pada tahun keuangan yang berakhir 31 Januari. Angka ini meningkat sebesar 5,38 miliar euro pada tahun 2023, yang juga merupakan catatan.
Inditex milik pengusaha Spanyol Amancio Ortega. Ortega sekarang menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dengan data 2024 menunjukkan bahwa ia memiliki aset 104 miliar dolar AS.
Perusahaan itu sendiri dimulai pada tahun 1963 ketika Ortega menciptakan layanan gua menjahit. Pada tahun 1975, Ortega membuka toko Zara pertama di Coruña.
Perkembangannya terjadi pada 1980 -an.
Dengan memasuki tahun 90 -an, Ortega memutuskan untuk menumbuhkan keluarga Zara. Inditex termasuk Pull & Bear, Massimo Dutti, Bershka dan Stradivarius.
Situasi ini sebanding dengan tekstil. Industri produk tekstil dan tekstil (TPT) di Indonesia mengalami tekanan besar.
Banjir barang yang tidak terkendali dan daya saing yang rendah telah membuat banyak pabrik kesulitan. Pada awal Maret, Sekretaris -Jenderal Asosiasi Indonesia dan Benang Filamen (APSYFI), mengungkapkan Farhan Aqil, setidaknya lebih dari sepuluh perusahaan TPT dalam kondisi kritis dan terancam.
“Faktanya, ada banyak … tentu saja, di bawah tekanan pada tekanan impor ini, terutama karena masalah kompetitif, tidak hanya banyak mengeluh tentang pasar yang tidak mendukung industri,” kata Farhan di UMBBIZHF NEWS. ,